Penerokaan kehidupan yang perlu dirintis dan dikongsi bagi memudahkan perjalanan semua dalam dunia yang sementara ini. Moga usaha kerdil ini memberi manfaat serta dirahmati dan diberkatiNYA.
Wednesday, December 16, 2020
Thursday, December 10, 2020
Monday, June 1, 2020
DEMI MASA
Thursday, February 21, 2019
BEBASKAN SAJA
Akan tiba ketika
Kau dapati aku
Gemar sekali menconteng
Puas menconteng
Lembut cari jemariku melakar dan melukis...
Aku menconteng dan melakar
Melukis dan mewarna
Mengikut kreativitiku...
Kau kata rumah berbentuk segiempat
Aku warna tayar kereta merah
Kau kata tayar warnanya hitam
Aku warna kelapa hitam
Kau kata kelapa warnanya hijau
Aku warna rambutan hijau
Kau kata rambutan warnanya merah
Aku lukis kapal terbang kecil
Kau kata kapal terbang itu besar
Bukan kecil seperti burung...
....sedih
Usah dikongkong pemikiranku
Hasil yang kau mahu membelengguku
Menyekat kreativitiku...
Ada makna disebalik lukisan
Ada cerita disebalik luahan
Ada imaginasi disebalik ciptaan
Ada tanggapan disebalik pilihan
Pada ketika tahap aku hanya mampu melakar bentuk bulat
Tidak salah untuk aku impikan tayar kereta yang berwarna merah
Kelapa kulihat hitam selepas dibakar
Rambutan kulihat hijau ketika putik
Kapal terbang jauh di langit kelihatan kecil sekali
Seperti seekor burung yang sedang terbang...
Biarkan saja aku lalui proses
Menconteng
Melakar
Melukis
Mewarna
Sesukaku
Semahuku
Sediakan peralatan yang sesuai
Berikan sokongan dengan kata-kata yang baik
Terima seadanya karyaku
Cantik sekali jika ditampal di dinding rumah kita
Hargai setiap usahaku
Imaginasi pemikiranku yang masih bebas
Galakkan saja kreativitiku berkembang
Seiring peningkatan kebolehanku
Keunikan potensi diriku
Anugerah Ilahi
Buat setiap insan kecil
Sepertiku...
Monday, October 1, 2018
Fitrah Sayangku
Tika kau lahir
Tanganmu mengenggam erat
Laluku buka jari jemarimu
Ku beri kau sentuh pipiku
Dan pelbagai tekstur
Ku galakan kau mencapai
Mainan pilihanmu
Ku sediakan kerincing
Pelbagai bunyi
Untuk kau ketuk berulang kali
Ku berikan mainan
Yang berwarna dan berbentuk
Untuk kau manipulasi
Moga menyeluruh perkembanganmu
Ku nyanyikan lagu tradisi
“Cekur dan gamit ,
minta cekur beri kunyit”
Gelagatmu menciut hatiku
Ku cium pipimu
Tanda penghargaan dan kasih
Kau beri kau makan sendiri
Biar bersepah
Tak mengapa sayang
Agar kau mahir dan bertambah lembut jari jemarimu
Ku galakan kau berlatih
Memasukkan dan mengeluarkan
Mainan dari bekas
Agar kuat otot jarimu
Ku berikan krayon dan kertas
Ku terima dan puji apa saja usahamu
Ku hiaskan dinding rumah kita
Dengan karya senimu
Agar kau bertambah yakin
Ku berikan kertas
Untuk kau koyak
Supaya semakin halus skilmu
Ku berikan span dan air
Agar kau berlatih
Ku buatkan doh
Agar kau membentuk
Dan mencipta sesukamu
Ku sediakan cawan dan air
Agar kau lakukan sendiri
Kau menumpahkan
Ku berikan peluang
Kau menyelesaikan masalah
Agar kau berfikir
Ku sediakan peralatan mengelap
Agar kau bertanggungjawab
Ku berikan apa minatmu
Untuk kau ketuk
Dan membezakan bunyi
“ Tak teh kayu api
Sudah letih jalan lagi”
Alunan laguku
Mengiringi gerakmu
Kau berlari ke sana ke mari
Ku kejar langkahmu tanpa jemu
Ku bawa kau ke alam
Biar kau meneroka persekitaranmu
Agar kau kenal Penciptamu
Ku galakkan kau bangkit
Lari lagi sayang
Ku beri semangat
Kau mengadu calar kakimu
Ku cium lukamu
Penawar tangismu
Ku layan keletahmu
Ku bacakan buku cerita
Agar meningkat bahasamu
Kau terus membesar
Ku rangsang dirimu
Ke asah bakatmu
Ku pupuk potensimu
Ku asuh fitrahmu
Ku santuni adab dan akhlakmu
Diiringi doa tanpa henti
Kau insan hebat
Kau khalifah bumi tercinta
Kau pewaris perjuangan
Kau amanah buatku
Kau cahaya mataku.
Allahu 'Alam.
#SentuhanBapaBelaianIbu
Monday, October 9, 2017
Santuni Fitrahku
Santuni Fitrahku
Rosnah Ahmad
Ibu ayah,
Seringkali aku disuruh diam
Seringkali aku diminta ikut arahan
Seringkali aku dihukum...
Ibu ayah,
Fitrahku bergerak
Fitrahku bermain
Biarkan aku bergerak dan bermain
Tentu cergas dan cerdas diriku
Ibu ayah,
Aku bisa saja jadi baik
Jika aku melihat kau baik
Berkata yang santun
Berakhlaq yang baik
Mencontohi Rasulullah...
Ibu ayah,
Aku seringkali juga nakal
Sering mencabar kesabaranmu
Itu juga fitrahh diriku yang masih kecil
Usah dimarahi
Usah dipukul
Nanti bisa keras hatiku
Tapi usah dibiarkan saja lakuku begitu...
Didiklah aku dengan ketegasan apabila perlu
Istiqamahlah mendidikku
Sesungguhnya tarbiyah itu panjang...
Ibu ayah,
Jangan lupa refleksi diri
Apa saja tindakanmu
Itu perlu dimuhasabah
Jika benar
Teruskan saja
Jika tidak
Mohonlah ampun pada Tuhan
Lawanlah hawa nafsumu
Koreksi dirimu
Belajar lagi ya ibu, ayah
Pasti semakin mahir dirimu menyantuni aku
Dari hari ke hari...
Ibu ayah,
Santuni fitrahku dengan tenang
Usah kau bersedih
Usah kau berputus asa dengan rahmatNya
Mohonlah pertolonganNya
Supaya dibaiki urusanmu
Dalam menyantuni aku
Supaya aku menjadi
Anak yang soleh
Anak yang mendoakan
Dengan izinNya.
#SentuhanBapaBelaianIbu
Saturday, September 16, 2017
Anak
Anak
Anak aku
Anak kau
Anak kita
Generasi kita
Amanah kita...
Anak
Yang menjadi
Yang punah
Itu anak-anak kita...
Anak
Lahirnya fitrah
Sebaik-baik kejadian
Umpama kain putih
Yang mancoraknya...
KITA.
Rosnah Ahmad
#SantuniFitrah
Sunday, July 30, 2017
Santuni Fitrahku
Santuni Fitrahku
Rosnah Ahmad
Ibu ayah,
Aku anak yang dilahirkan sebaik-baik kejadian
Santuni fitrahku di setiap masa
Usah calari emosiku dengan kekasaran dan kemarahan
Berlembutlah dalam mendidikku...
Ibu ayah,
Bertenanglah menyantuni aku di waktu pagi
Walau banyak karenehku...
Ibu ayah,
Bertenanglah dengan celotehku apabila pulang
Suka sekali aku bercerita Meluahkan isi hatiku
Damai jiwaku bersamamu...
Ibu ayah,
Bertenanglah di waktu malam
Juga tika meniduri aku
Dengan ceritamu dan dodoimu
Biar aku lena dalam doamu...
Ibu ayah,
Bertenanglah dalam mendidik aku
Tentu fitrahku dirai
Membesar aku penuh keyakinan
Menuju kecemerlangan dunia dan akhirat...
Ibu ayah,
Terima kasih kerana menyantuni fitrahku
Semoga Allah sentiasa mengasihanimu seperti engkau mengasihani aku semasa kecil...
Ibu ayah,
Sungguh aku sayang padamu.
#SentuhanBapaBelaianIbu
Sunday, April 23, 2017
Hadiah Buat Si Kecil
Di sini
Di suatu ketika
Girang sekali mereka
Bermain di tepi pantai
Mandi di gigi air
Berlari-lari
Mencari cengkerang
Mengorek pasir
Membina istana demi istana
Yang roboh dipukul ombak
Di sini
Di suatu ketika
Di tepian pantai ini
Ku hadiahkan anak-anakku
Sebuah kehidupan
Menjadi kanak-kanak..
Di sini
Di ketika ini
Kenangan itu indah sekali
Buat aku dan dia.
Rosnah Ahmad
#RaikanFitrah
Let Me B A Kid
When I want to do things by myself
You do not let me
You said I am too young
But when I am not ready to read and write
You force me to do so
You said an early start is better for me...
When I want to play freely
You interfere by asking me questions
You are happy if I come up with the right answers...
Mom, Dad
My little brain works wonders
I may still not ready to read and write
But I am building self- eficacy
Which will make it easier for me to learn when I am ready
I may not know the answers to many of your questions
But I am building concepts to understand the world
Which will later be very useful...
They say my brain absorbs like a sponge
Yes...
But do not drill me to remember things
Do not force me beyond my readiness
It is too much too soon...
Mom, Dad
Nurture me through nature
Let us enjoy the sweetest time together
That is while...
I am still a kid.
Rosnah Ahmad
#SentuhanBapaBelaianIbu
#KembalikanFitrah
#TooMuchTooSoon
Friday, April 21, 2017
Too much too soon
You want me to write alphabets
You want me to learn reading
You want me to count only
You want me to remember things
You want me to conform to your creativity
You want me to stay inside
Give me freedom to play
I play to learn
Let me be a kid
For a little longer
It is too much too soon
Monday, April 10, 2017
Main Yang Fitrah
Dahulu
Mainnya di tanah
Kemudian
Mainnya di rumah
Kini
Mainnya di skrin
Akhirnya
Mainnya bukan lagi fitrah
Maka
Matilah jiwa si kecil itu...
Kasihan.
"Anak yang tidak dibenarkan bermain akan mati jiwanya-Imam Al-Ghazali"
Rosnah Ahmad
#SentuhanBapaBelaianIbu
#KembalikanFitrah
Monday, November 28, 2016
Fitrah
Fitrah
Nukilan: Rosnah Ahmad
Anak kecil itu
Suka sekali menolong
Namun...
Selalu saja dilarang
Anak kecil itu
Suka sekali mencuba
Namun...
Selalu saja dikritik
Anak kecil itu
Suka sekali meneroka
Namun...
Selalu saja dikongkong
Anak kecil itu
Suka sekali berusaha
Namun...
Selalu saja dibanding
Anak kecil itu
Selalu saja berbeza
Namun...
Fitrahnya tidak dirai
Anak kecil itu
Selalu saja kecewa
Namun...
Adakah yang memahami
Anak kecil itu
Sebaik-baik kejadian
Anugerah Illahi
Amanah buat...
Ibu dan ayah.
Wednesday, November 16, 2016
Katakan saja...
Katakan saja...
Nukilan Rosnah Ahmad
Jika sayang
Katakan sayang
Jika rindu
Katakan rindu
Jika sedih
Katakan sedih
Jika suka
Katakan suka
Jika duka
Katakan duka
Jika kecewa
Katakan kecewa
Jika marah
Katakan marah
Tak mengapa
Katakan saja
Usah disembunyikan
Seringkali aku tertanya
Ada kalanya aku keliru
Ada tikanya riak wajahmu menakutkan
Adakah aku penyebabnya
Adakah aku tidak lagi disayangi..
Ibu ayah,
Katakan saja
Apa isi hatimu
Biar aku tahu apa makna riak wajahmu
Katakan saja
Apa yang kau rasa
Biasa saja aku bertanya banyak soalan
Usah kau jemu menjawabnya...
Ibu ayah,
Bantu aku fahami emosimu
Cermin untuk aku terokai emosiku
Moga aku lebih mengerti
Apa yang berlaku
Mengapa ada pelbagai emosi
Bagaimana aku mengurus emosiku
Agar aku lebih tenang menghadapi
Setiap yang bakal aku lalui
Seiring usiaku meniti dewasa...
Monday, November 14, 2016
RIJAL
Rijal
Nukilan: Rosnah Ahmad
Aku sememangnya lasak
Suka berlari
Suka memanjat
Suka melompat...
Aku sememangnya mencabar
Ibu, ayah dan guru
Aku sukar duduk diam
Aku suka bergerak...
Aku anak yang sering disalah ertikan
Selalu dilabel nakal
Sukar dididik
Tak dengar kata
Degil dan lembab...
Aku bukan seperti yang disangka
Aku anak yang hebat
Anugerah Ilahi
Yang menjadikan aku sebaik-baik kejadian...
Aku rijal
Yang halus jiwanya
Serta melindungi
Raikan fitrahku
Seorang khalifah kecil
Generasi pewaris...
Aku amanah buatmu
Sayangilah aku
Aku...
Anak lelakimu.
Anak
Anak
Nukilan: Rosnah Ahmad
Ibu Ayah
Jika kau tiada masa bermain bersamaku
Ingatlah...
Aku cepat membesar
Masa kecilku hanya seketika
Saat indah yang tak akan kembali...
Ibu Ayah
Jika kau letih apabila pulang dari kerja
Ingatlah...
Pengasuhku juga sudah letih menjagaku
Aku perlukan perhatian darimu
Supaya aku membina hubungan dan rasa selamat bersamamu..
Ibu Ayah
Jika kau bosan dengan rengekkanku
Ingatlah..
Bahawa aku masih membutuhkanmu
Dekati aku agar aku rasa dihargai dan disayangi...
Ibu Ayah
Jika tingkah lakuku mendugamu
Ingatlah...
Aku anak yang perlu dididik
Usah memarahi aku
Didiklah aku dengan kebenaran dan kesabaran...
Ibu Ayah
Jika karenahku mengganggumu
Ingatlah...
Aku adalah ujian buatmu
Amanah Ilahi yang perlu disantuni
Ada hak aku yang kau perlu dilunaskan...
Ibu Ayah
Jika kau masih sibuk mengejar dunia
Ingatlah...
Dunia ini hanyalah perhiasan yang melalaikan
Akhirat itu tempat tinggal yang lebih baik...
Ibu Ayah
Sesungguhnya mati itu pasti
Apabila kau pergi mengadap Ilahi
Maka terputuslah amalanmu
Kecuali tiga perkara...
Sedekah jariah
Ilmu yg berguna
Dan anak soleh yang mendoakan.
Tuesday, November 8, 2016
RAGAM KASIH
Bila anda balik kerja..
Anak meragam
Fahamilah bahasa anak..
RAGAM KASIH
Nukilan Rosnah Ahmad
Ibu Ayah,
Apabila aku menangis
Peluk dan cium aku
Ungkapkan sayang
Kerana seharian aku
Tidak mendengarnya darimu
Ibu Ayah,
Apabila aku bosan
Bermainlah bersamaku
Kerana seharian aku
Bermain dengan kawan-kawanku
Ibu Ayah
Apabila aku mengganggu kerjamu
Dengan celoteh ku
Berhentilah sebentar
Berbual dengan ku
Kerana seharian
Aku bersama pengasuhku
Ibu Ayah,
Apabila aku merengek
Bawa aku keluar
Melihat keindahan alam
Agar damai jiwaku
Ibu Ayah,
Apabila aku lasak
Bawa aku ke taman
Biar aku berlari sepuasnya
Sampai kepenatan
Agar awal tidurku
Ibu Ayah,
Bila aku sukar lena
Dodoi aku dengan
Cerita yang asyik
Dan lagu yang merdu
Pasti indah sekali mimpiku
Ibu Ayah,
Besok
Moga aku bangun
Dengan ceria dan senyuman
Mahu ke taska lagi
Ibu Ayah,
Aku faham kau harus pergi
Sementara aku ditinggalkan
Cepat pulang ya...
Sungguh aku rindu
Ibu Ayah,
Tika bersua kembali
Ragamku tanda menagih kasih
Buat mengubat rindu
Demi masa yang sedikit
Ibu Ayah,
Beri aku sedikit perhatian
Dalam ragam kasihku
Seketika cuma masa ku pinta
Tika usiaku masih memerlukan
Sebelum ia berlalu…
Agar aku tahu aku disayangi…..
Thursday, October 20, 2016
Read to me
Read to me Mom
Read to me Dad
It is my favourite time
Being near you
Sitting in your lap
Reading to me
Sometimes the same story
Again and again
Until it become my story...
Read to me mom
Read to me dad
Read to me stories from The Quran
Read to me stories of The Prophets
Read to me tales of fabulous things
Read to me rhymes and poems
Read to me everyday...
Read to me Mom
Read to me Dad
I love hearing your soft voice
Echoing the sounds
Uttering the words
Reading the sentences
From varieties of books
It is so meaningful to me...
Read to me mom
Read to me dad
It is our bonding time together
So I feel loved and secure
And I develop my interest in reading
That gives me confidence
To explore and learn...
Read to me Mom
Read to me Dad
When you are finished
Please read to me again
Thank you Mom
Thank you Dad
I will treasure our sweet memories
Forever...
I love you Mom
I love you Dad.
Wednesday, October 19, 2016
Cerita Ibu
Ibuku bercerita padaku
Cerita kisah dari Al-Quran
Cerita kisah Nabi
Cerita kisah rakyat
Cerita kisah teladan
Kisah si Tanggang
Arnab dan kura-kura
Semut dan serigala
Anjing dan bayang-bayangnya
Dan banyak lagi...
Ibuku bercerita padaku
Dengan suaranya yang lunak
Berulang-ulang
Hingga aku ingat jalan ceritanya
Hingga...
Aku kenal Allah
Aku sayang Nabi
Aku faham maksud derhaka
Aku nampak hikmah sabar
Aku tahu akibat menipu
Aku sedar orang tamak selalu rugi...
Ibuku bercerita padaku
Sebelum waktu tidurku
Ibuku bercerita padaku
Hingga lena tidurku...
Ibuku bercerita padaku
Masa yang kutunggu
Saban hari
Tanpa jemu...
Ibuku bercerita padaku
Indah sungguh zaman kanak-kanakku
Bahagia sekali kenangan bersamamu
Oh ibu....
Sungguh aku rasa amat disayangi
Dan aku amat menyayangimu.
Rosnah Ahmad
#SentuhanBapaBelaianIbu
Kembalikan Peranan Ibu Bapa
Perkasakan Institusi Keluarga
Sunday, October 9, 2016
Remaja
Terjumpa karya anakanda Nurin Husna ketika remaja
Judul Sajak : Remaja
Oleh : Nureen Rahman
Remaja
Umur mu semakin meningkat
Banyak perubahan sedang berlaku
Adakah engkau sedari…
Adakah ia terlintas
Di benak fikiran mu
Remaja
Zaman kanak-kanak mu telah berlaku
Engkau semakin membesar
Fizikal mu semakin berubah
Pemikiran mu semakin matang
Pergaulan mu juga harus dikawal
Remaja
Peringkat umur mu adalah tahap yang mencabar
Banyak masalah yang menimpa diri mu
Fikirkanlah adakah ia berpunca
Daripada zaman yang semakin berteknologi
Atau pilihan diri yang bisa diurus
Remaja
Cuba engkau renungkan
Dengan siapa engkau bergaul
Semua itu akan mempengaruhi
Kebahagiaan hidup mu
Dan generasi akan datang
Remaja
Kau penentu hala tuju
Ayuh kuatkan semangat juang
Memperkasakan diri
Agar maruah bangsa digalas
PEWARIS generasi hebat…..
Nukilan : Nurin Husna binti Abd Rahman
Sekolah Menengah Kebangsaan Agama Pahang
Daerah Rompin, Pahang


